Coba
kita pikirkan dengan seksama. Dalam satu hari kita diberi waktu 24 jam.
Waktu tersebut akan memiliki manfaat tergantung pada kegiatan apa yang
kita lakukan untuk melewatinya. Cepat dan lambatnya pun juga berbeda
tergantung apa yang kita lakukan. Jika kita bermain game, berkumpul
bersama teman, menonton koleksi film di laptop mungkin 24 jam tersebut
akan terasa singkat. Namun jika kita gunakan 24 jam tersebut untuk
menghitung beras 5 karung, pasti waktu tersebut akan terasa sangat lama.
Permasalahan
utama terkadang terletak pada keberlanjutan dari waktu tersebut.
Menurut orang-orang yang sudah sukses, seharusnya saat ini kita
memikirkan apa yang akan kita lakukan besok. Kenyataanya tidak semua
orang bisa sukses dan tidak semua orang juga memikirkan kegiatannya
besok saat ini. Menurut gua, 7 dari 10 orang (ya lebih sedikit dari
orang yang menggunakan Sunsilk) baru mikirin apa yang mau mereka lakuin
saat itu juga. Mereka tidak mengenal istilah "Pikirkan apa yang akan
kamu lakukan besok", boro-boro mikirin besok sekarang mau apa juga gua
gak tau (pegang jidat sambil nyanyi "Pusing Pala Barbie").
Lantas
apa hubungannya dengan keberlanjutan? Gua juga merupakan 7 dari 10
orang yang gak tau mau ngelakuin apa saat ini juga. Hal itu membuat apa
yang gua lakukan terkadang terkesan spontan (tanpa uhuy) hanya untuk
sekedar mengisi waktu luang aja. Main game misalnya, setelah gw
memutuskan main GTA IV kemarin, alhasil baru menyelesaikan beberapa misi
gua udah tidak melanjutkan game tersebut. Hal itu wajar karena gua
memutuskan tanpa berpikir. Gua memutuskan tanpa peduli dengan tujuannya.
Tujuan bermain game pastinya untuk menamatkan game tersebut kan, namun
gua bermain hanya untuk sekedar menghabiskan waktu 24 jam gw dalam
sehari. Tanpa tujuan yang jelas tidak akan ada keberlanjutan atas
kegiatan kita yang sudah kita lakukan sebelumnya.
Hari-hari gua pun akhir-akhir ini sering diisi dengan kegiatan spontan tanpa keberlanjutan tersebut.
Bingung mau apa? Coba main game. Gua berhenti di tengah jalan.
Bingung mau apa? Coba nonton film. Gua berhenti nonton di tengah film.
Bingung mau apa? Coba maraton anime. Gua berhenti setalah baru nonton 3 episode dari 25 episode.
Kegiatan
tersebut gua lakukan setiap hari dan tidak ada satupun yang pernah
selesai. Sampai akhirnya gua sadar ternyata kegiatan gua yang selalu
berhenti di tengah jalan menjadi kegiatan gua yang berkelanjutan.
Hari-hari gua terisi dengan kegiatan yang tidak pernah gua selesaikan
dan itu berlanjut terus setiap hari. Ini gawat, gua gak bisa begini
terus. Gua sudah seperti orang hidup yang tidak hidup. Hidup hanya
sekedar untuk melakukan hal yang dilakukan ataupun tidak gak ngaruh
apa-apa di hidup gua.
Sampai
akhirnya gua mencari blog yang gua tulis jaman SMP dulu. Gua melihat
bahwa sosok gua saat SMP waktu itu tidak seperti gua sekarang. Saat SMP
akibat pengaruh Raditya Dika yang jadi terkenal akibat blog, gua sebagai
bocah ingusan yang memiliki mimpi tinggi namun menginginkan cara yang
instant akhirnya meniru sepuh Raditya Dika. Saat membaca blog tersebut
gua melihat sosok SMP gua dulu jauh lebih punya tujuan, walaupun
tujuannya hanya sekedar pengen terkenal dengan cara ngikutin Raditya
Dika bikin blog.
Sementara
lihat gua sekarang. Gua gak punya apapun yang gua kejar coy. Bahkan
untuk sekedar namatin game aja gua gak ada tujuan. Masih mengoprek-oprek
blog SMP gua tersebut, gua berpikir apa mungkin gua mulai ngeblog lagi.
Toh ngeblog juga punya banyak manfaat, bisa meningkatkan skill menulis,
nambah info saat cari referensi untuk tulisan blog, dan masih banyak
lagi. Tapi tunggu dulu. Melihat banyaknya blog terlantar di akun blogger
gua menunjukkan bahwa gua dulu pernah mencoba untuk ngeblog lagi dan
tidak dilanjutkan dengan alasan yang sudah gua jelaskan diatas, karena
gua ngeblog cuman buat ngisi waktu luang hari itu, tidak ada tujuan.
Jadi apa akhirnya ngeblog ini jadi pilihan gua sekarang. Gua sendiri
jujur belum tau, tapi yang jelas gua udah punya tujuan. Blog yang rame,
dapet duit dari blog, atau apapun itu juga tujuan gua, tapi yang paling
utama tujuan gua cuman satu. Gua pingin cerita sama kalian semua.
0 komentar:
Posting Komentar